Kategori: budget

7 Tip Mengumpulkan Receh Untuk Resolusi Piknik

Hello 2017…
Apa resolusi piknik kamu tahun ini? Kalau The Emak sih nggak muluk-muluk karena resolusi tahun lalu banyak gagalnya, hiks. Tapi ketolong sama pengalaman traveling di akhir tahun yang tak disangka-sangka: cruising! Tahun ini keluarga precils insyaallah akan ke KL dan Malaka (dapat tiket 0 rupiah AA dari tahun lalu) dan LOB Komodo (amin YRA). Udah itu doang? Enggak sih, nanti ditambah staycation sana-sini dan weekend mini trip entah nyangkut di mana, hahaha. Trus The Emak juga punya keinginan terpendam untuk #ngopibarengnicsap2017 karena kan destinasi nggak melulu tempat, bisa juga orang.

Nah, yang lebih penting dari sekadar resolusi piknik adalah bagaimana cara untuk mewujudkannya.Traveling pasti perlu modal dong. Kabar baiknya, nggak semua biaya traveling harus dibayar dengan uang. Bisa juga dibayar pakai miles untuk tiket pesawat, pakai kredit poin untuk penginapan, dan pakai doa kalau pengen menang kuis 😉 Emak yang baik hati dan tidak sombong ini akan berbagi tips untuk ngumpulin duit dan poin receh agar resolusi piknik kamu kesampaian.

Untuk bisa mengumpulkan miles/mileage (poin penerbangan), kita harus jadi anggota frequent flyer dari suatu maskapai. Nama program tiap perusahaan penerbangan bisa beda-beda. Untuk orang Indonesia, saya sarankan minimal ikut tiga keanggotaan frequent flyer ini: Garuda Indonesia, Air Asia, dan Singapore Air. 

“Duh, saya kan jarang terbang?” Tenang, untuk ikut keanggotaan ini nggak perlu harus sering terbang kok. Bahkan sebaiknya mendaftar jadi anggota sebelum terbang dan sebaiknya sebelum beli tiket agar nomor frequent flyer bisa dicantumkan ketika membeli tiket. 

Cara mendaftar gampang kok, seperti ketika kita membuat akun email. Klik masing-masing website-nya ya, trus cari tombol Daftar/Join/Register.
Garuda Miles: https://garudamiles.com    
Air Asia Big Loyalty Programme: http://www.airasiabig.com/id/id/
Kris Flyer SIA: http://www.singaporeair.com/KrisFlyer

Nah, kalau keanggotaan frequent flyer udah beres, mari kita cari tahu cara memperoleh poinnya. Nggak melulu dari terbang lho. The Emak punya 7 tips untuk ngumpulin remah-remah biaya untuk traveling.

1. Mengumpulkan receh (literally)
Ini serius. Saya selalu meminta uang kembalian kalau belanja di minimarket atau supermarket. Dan saya pasti mengecek struk belanja sebelum keluar dari toko. Untuk toko besar biasanya sih saya pakai kartu debit atau kredit, tapi untuk toko kecil saya pakai uang kas. Lebih sering saya yang memberi kasir uang kembalian karena saya selalu bawa recehan di dompet untuk belanja.

Bukannya saya pelit untuk donasi ya, tapi untuk zakat, uang qurban dan sumbangan sosial memang sudah saya program, bukan dari uang receh. Donasi pun akan sampai ke penerima yang kita pilih sendiri.

Latihan minta uang kembalian ini membuat kita menghargai uang kecil, karena uang besar berasal dari uang kecil. Dalam bahasa Ibuk saya yang pedagang, kita harus “setiti”. Apa ya bahasa Indonesianya yang pas? Karena benar-benar uang receh, tentu hasilnya setahun enggak banyak, tapi tetap saja ada harganya. Misal sehari kita bisa mengumpulkan 1000 rupiah saja, setahun kita bisa dapat 365 ribu. Cukup untuk bayar pajak bandara, karena meski kita bisa membeli tiket pesawat dengan miles, pajak bandara tetap harus dibayar pakai uang, nggak bisa pakai daun 🙂

2. Mengumpulkan cashback dari Shopback 
Hayo siapa yang hobi online shopping? *ikut ngacung. Sejak kenal Shopback, saya selalu belanja melalui website/apps ini karena setiap belanjaan kita bakalan dapat uang kembalian antara 2% sampai 15%. Belanjaan saya juga kebutuhan sehari-hari sih seperti beli pulsa, bayar PDAM, bayar BPJS di tokopedia; beli tiket nonton di BookMyShow; beli tiket pesawat di PegiPegi, Tiket, atau Nusatrip tergantung mana yang lebih murah; booking hotel di Booking dot com atau Agoda.

Keuntungan jadi anggota Shopback ini, uang kembalian kita terkumpul di suatu tempat dan bisa ditarik jadi tunai (transfer ke rekening bank kita) kapan pun kita mau. Lumayan kan kalau dalam setahun bisa dapat 3-4 juta? Tinggal bilang ke pasangan kita, “Sayang, liburan yuk aku yang traktir.” :p
 
Daftar Shopback pakai referral saya untuk mendapatkan bonus Rp 45.000: https://www.shopback.co.id/?raf=YppJr2

https://www.shopback.co.id/?raf=YppJr2
Toko favorit ada di sini semua
Cashback saya 🙂 Lumayan yah.

3. Mengisi Survey YouGov untuk Poin Airasia Big
Ini tadi yang saya bilang nggak harus sering terbang untuk mencari poin frequent flyer. Kita bisa mendapatkan poin Air Asia Big hanya dengan mengisi survey. Setiap survey bisa dapat poin mulai dari 25 poin sampai 150 poin. Nanti kalau sudah terkumpul 5000 poin, bisa ditukar menjadi 2500 poin AirAsia Big. Kalau sedang promo, banyak rute Air Asia yang bisa ditukar hanya dengan 500 poin saja, misalnya Jakarta – KL, Jakarta – Penang, Jakarta – Bali, Surabaya – Johor Bahru, dll.

Surveynya gampang kok, tentang kehidupan kita sehari-hari. Misalnya tentang pemakaian internet di rumah, merk sabun yang sering dipakai, pendapat tentang service provider, dll. Setelah mendaftar, nanti akan dikirimi email kalau ada survey yang cocok dengan profil kita. Surveynya bisa dikerjakan di komputer atau smartphone, dan biasanya nggak sampai 10 menit.

Daftar survey YouGov di sini:
https://id.yougov.com/en-id/refer/TQ3vAFZlkjhYLB6Bv-KGvw/



4. Menulis Review di Tripadvisor untuk Miles Garuda
Selain survey, kita juga bisa menambah miles dengan cara menulis review di Tripadvisor Indonesia. Sebenarnya kita bisa memilih, poinnya mau ditukar jadi Garuda Miles atau Air Asia Big, tapi saya lebih memilih ditukar Garuda Miles. Setiap reviewer hanya boleh memilih salah satu.

Yang harus dilakukan adalah mendaftar jadi anggota Garuda Miles dulu agar mendapatkan nomor anggota. Setelah itu, daftar menjadi anggota Tripadvisor Indonesia (bisa dengan akun facebook biar nggak ribet). Baru kemudian menyambungkan program mileage dari review Tripadvisor di sini: https://www.tripadvisor.co.id/GarudaMiles

Yang bisa diulas di Tripadvisor tidak cuma hotel atau penginapan, tapi juga restoran atau tempat wisata. Jadi tanpa pergi jauh pun kita bisa menulis tentang warung langganan di kota kita sendiri. Setiap tempat yang kita review punya nilai mileage sendiri, mulai dari 5 poin sampai 200 poin. Ulasan harus otentik ya, artinya kita memang pernah punya pengalaman di tempat yang kita review. Ulasan palsu akan membuat kita di-blacklist oleh Tripadvisor. 

Miles yang dibutuhkan untuk terbang dengan Garuda dari Surabaya ke Bali adalah 4000. Kalau tiap review rata-rata dapat 50 miles, kita tinggal menulis 80 kali 🙂 Atau redeem miles Garudanya pas diskon 50%, jadi untuk SUB – DPS atau Jakarta – Belitong tinggal perlu 2000 poin (40-an review) saja. Baca pengalaman saya menukar Garuda miles untuk terbang ke Bali sekeluarga di sini.

 

Poin dari review langsung masuk miles Garuda



5. Join Afiliasi Airbnb
Airbnb adalah apps dan website favorit saya untuk mencari vila atau apartemen ketika harga hotel terlalu mahal. Saya pernah memakai airbnb untuk memesan penginapan di Paris, Ubud, Taipei, dan baru-baru saja Jogja.

Airbnb juga termasuk yang murah hati memberikan credit point untuk para affiliate-nya. Kalau saya memberikan referral pada seseorang untuk bergabung dengan airbnb, orang tersebut akan mendapat Rp 295.000 (besaran kupon ini bisa berubah sesuai program mereka) dan saya akan mendapat jumlah yang sama kalau orang tersebut memesan penginapan. Karena rajin memberikan referral, selama ini saya bisa memesan penginapan di airbnb dengan diskon besar atau bahkan gratis 🙂

Daftar airbnb pakai tautan ini ya: https://www.airbnb.com/c/akumalasari

 

6. Join Afiliasi Hotel Quickly
Hotel Quickly adalah apps favorit saya untuk memesan hotel yang diperlukan secara mendadak. Apps ini paling pas untuk staycation. Saya pernah pakai untuk memesan beberapa hotel di Surabaya.

Untuk bisa menjadi affiliate, kalian harus mendaftar di apps Hotel Quickly dulu, cari apps nya di Google Play atau App Store. Setelah itu masukkan kode AKUMA72 untuk mendapatkan diskon tambahan 15% untuk pemesanan pertama. Nanti di apps, kalian bakalan punya banyak pilihan untuk memberikan referral ke teman-teman dan akan mendapat Rp 10.000 setiap kali teman menggunakan kode kalian, plus 10% dari pemesanan ketika teman kalian booking hotel. Lumayan, kreditnya bisa buat staycation leha-leha. Kalau udah punya kredit mending cepat dipakai sebelum expire 🙂
 

tampilan apps HQ

7. Menukar Poin Kartu Kredit
Tip terakhir untuk membiayai liburan adalah dengan menukar poin kartu kredit. Tentu saja syaratnya kalian punya kartu kredit, hehehe. Eh kalau nggak punya kartu kredit, ada kok kartu debit yang poinnya bisa ditukar miles Garuda, contohya Fiestapoin Bank Mandiri.

Bagi keluarga saya, kartu kredit adalah alat bayar yang praktis, terutama ketika bertransaksi online atau transaksi di luar negeri. Kami tidak pernah ngutang dan pasti membayar tagihan tepat waktu, jadi tidak pernah membayar bunga. Karena memang hanya sebagai alat bayar, kami masing-masing hanya punya satu kartu kredit.

Kalau kalian ingin mengumpulkan miles melalui poin kartu kredit, sebaiknya memang memilih kartu kredit yang bekerja sama dengan maskapai tertentu, agar milesnya cepat bertambah. Untuk miles Air Asia pilih CIMB Niaga, Singapore Air pilih BCA, sementara Garuda bekerja sama dengan BNI dan Citibank.

Tapi kartu kredit lain pun tetap bisa ditukar dengan miles. Bahkan keuntungan punya kartu kredit biasa, poinnya juga bisa ditukar dengan poin dari hotel, misalnya poin IHG (Holiday Inn) atau Hilton Honor. Kami pernah menginap gratis di Holiday Inn Penang dengan menukar poin IHG plus tambahan dari poin kartu kredit. Saya juga pernah merasakan terbang dengan kelas bisnis Singapore Air dengan menukarkan miles Krisflyer plus tambahan poin dari kartu kredit suami, hihihi. Padahal, saya belum pernah membeli tiket SQ dengan duit saya sendiri. Miles yang saya tukarkan berasal dari tiket hadiah ketika saya memenangkan kuis New Zealand Tourism. Moral of the story: selalu daftar keanggotaan frequent flyer sebelum kamu beli tiket pesawat atau sebelum kamu menang kuis 🙂


Itu semua tip-tip yang bisa kita semua lakukan sebagai rakyat jelata biasa. Tentu masih ada cara lain, misalnya endorse instagram kalau kamu arteeees. Atau bisa pasang iklan di blog kalau view blog kamu ratusan ribu sebulan, hehe. Tapi nggak papa, tetap optimis ya untuk #resolusipiknik2017 kamu. Jangan sampai kita rakyat biasa kena derita #kurangpiknik. Gimana, ada yang mau bareng kami ke Labuhan Bajo?


~ The Emak

Makan Hemat di Kantin Karyawan Changi Airport

Singapura termasuk negara yang mahal sebagai tujuan traveling. Apalagi kalau kurs dolar dengan rupiah sedang tinggi. Sekarang ini (September 2016), kurs 1 SGD = Rp 9.750, tergantung di mana kita tukar uangnya. Tarif hotel jelas mahal, namun  bisa disiasati dengan tinggal di hotel budget atau hostel. Harga makanan tidak terlalu mahal dibandingkan dengan makanan di Australia atau negara-negara di Eropa, tapi tetap saja lebih mahal dibandingkan Indonesia. Karena itu harus pinter cari tempat makan yang hemat.

Kalau kelaparan di airport gimana dong? Biasanya kan makanan di bandara lebih mahal daripada di kota. Kabar baiknya, di bandara Changi, kita orang umum boleh makan di kantin karyawan. Staff Canteen ini sudah jadi rahasia umum di kalangan backpacker yang budget jalan-jalannya pas-pasan. Di mana sih lokasinya? Yuk ikuti petunjuk The Emak, terutama yang baru pertama kali mendarat di Changi Airport, biar nggak nyasar.


Ada dua lokasi kantin karyawan di bandara Changi, di public area T1 dan T2. Saya belum pernah nyoba yang di T2, kayaknya lebih susah juga nyarinya, hehe. Jadi yang saya tulis di sini yang di T1 ya. Kalau kalian mendarat di Changi selain di T1, setelah melewati imigrasi dan ambil bagasi, bisa naik skytrain (monorail antar terminal di bandara Changi) menuju T1 dan berjalan lah ke bagian Arrival/Ketibaan di lantai bawah.

Yang mendarat di Terminal 1 Changi, cara mencari kantin lebih gampang lagi. Setelah melewati imigrasi (pengecekan paspor), berjalan lah ke arah pengambilan bagasi. Kalau tidak perlu mengambil bagasi, langsung keluar melalui pintu No Declare. Begitu melewati pintu exit, kita akan disambut keramaian orang-orang yang menjemput teman/keluarga/tamu mereka dengan mengacungkan papan nama. Nggak usah baper kalau nggak ada yang menjemput, hehe. Dari pintu exit (ada beberapa pintu), berjalan lah ke arah kiri, ke arah Arrival Pick-Up. Kita akan melewati gerai Informasi, Money Changer, ATM, dan Starbucks di sebelah kiri kita, dan antrean taksi di sebelah kanan kita. Jalan terus ke arah pintu keluar. Kalau kamu melewati restoran Burger King di sebelah kirimu, berarti sudah berjalan ke arah yang benar. Setelah Burger King ada toilet dan tempat untuk minum air. Saatnya mengisi botol air minum kamu untuk menghemat membeli air mineral 🙂 Dari sini, pintu keluar tinggal beberapa langkah lagi.

Begitu keluar dari exit, tengoklah ke arah kiri. Di sana ada tanda yang jelas banget: Staff Canteen. Yay! Selamat, kamu sudah berhasil menemukan kantin karyawan 🙂

Lokasi staff canteen T1 ada di level B1-07. Kita harus turun tangga. Maaf, belum ada lift/eskalator, jadi kalau membawa koper atau stroller harus diangkat. Troli juga tidak boleh masuk, titipkan di tempat yang sudah disediakan. Jangan ragu untuk turun tangga, orang umum boleh masuk kok. Kantin ini buka setiap hari dari jam 5 pagi sampai jam 9 malam.

Kalau kamu laparnya ketika mau pulang ke Indonesia, makanlah sebelum cek in. Atau bisa sih setelah cek ini, tapi jangan masuk melewati imigrasi dulu. Dari area Departure/Keberangkatan turun dulu ke area Arrival, dan jalan menuju kantin.

Pilihan makanan di kantin karyawan ini cukup banyak. Kantinnya sendiri cukup luas dengan bangku-bangku plastik yang cukup nyaman. Ada pilihan makanan halal, biasanya jenis masakan Melayu, India, atau Indonesia, hehehe. Di tiap gerai jelas tertera kalau halal kok, ada tulisannya. Kita pun bisa pesan pakai bahasa Indonesia. Di gerai masakan India, saya pesan sambil tunjuk-tunjuk aja. Dan kalau ditanya sama pelayannya, saya jawab YES semua, hahaha. “One pratha, two pratha?” >>> yes. Jadinya dapat 2 pratha. “With Curry?” >>> yes. “Chicken curry?” >>> yes. “Thosai with egg?” >>> yes. Boleh dicoba tips-nya 😉

Harga makanan di sini lebih murah daripada foodcourt di dalam bandara Changi, antara $2,50 – $5. Tapi ada perbedaan harga antara karyawan dan orang umum. Misal untuk karyawan, harga char kwe tiau $3, untuk umum $4. Minuman es leci untuk karyawan 55 sen, untuk umum $1. Saya pernah pesan di gerai nomor 23 di pojokan dan diberi harga karyawan. Mungkin wajah saya karyawan banget ya, hehehe lumayan. 

Sore itu saya dan anak-anak tidak berniat makan berat, jadi hanya beli ‘camilan’ India saja, roti pratha dan thosai. Satu porsi roti pratha (isi dua) dengan kuah kari plus satu porsi thosai dengan telur, plus kuah kari, total harganya $3,60. Untuk minumnya, ada satu gerai khusus minuman yang berada di tengah. Gerai makanan juga jual minuman, tapi terbatas minuman dalam botol atau kaleng. Kami beli satu es leci dan satu es fruit punch, masing-masing $1.

Gerai Halal Masakan Malaysia
Nasi Padang, anyone?

Ayam Penyet pun ada :p

Duo precils asyik-asyik aja diajak makan di kantin  karyawan. Lha wong makan di kantin karyawan Mal di Indonesia juga udah biasa kok, malah di sana tanpa AC. Kantin ini cukup nyaman, nggak panas karena tetap ada AC-nya. Ada tempat cuci tangan juga. Yang penting perut kenyang, hati senang, dan dompet aman. Iya nggak?

Saya sempat rekam beberapa footage untuk You Tube. Moga-moga editannya jadi. Subscribe dulu You Tube channel TravelingPrecils biar nggak ketinggalan vlog barunya.

Roti pratha plus kuah kari untuk celup-celup
Egg Thosai atau Dosa
Gerai Minuman

Es leci dan Es fruit punch. Seger!
Alat makan halal dan non halal dicuci terpisah.

Gimana, mau nyoba makan di kantin karyawan juga?
Selamat berburu ya, semoga nggak nyasar. Kalau perlu print dan bawa postingan ini 😉

~ The Emak

Memesan Penginapan, Paling Murah Pakai Apa?

Little A di Kids Suite Hard Rock Hotel Bali

Mencari, membandingkan dan memesan penginapan secara daring (online) sekarang ini mudah banget. Banyak situs pemesanan hotel yang mudah digunakan, dan menerima pembayaran dari berbagai macam cara. Lalu, bagaimana cara memilih website atau apps booking agar dapat harga yang paling murah? Golden rule-nya adalah: selalu cek toko sebelah. Saya sendiri minimal membandingkan tiga website pemesanan penginapan, misalnya Agoda, Booking dot com dan website resmi hotel tersebut. Jangan pernah terjebak dengan diskon besar atau potongan harga. Bisa jadi harga sudah dinaikkan terlebih dahulu sebelum didiskon. Jangan fanatik dengan satu booking engine tertentu, selalu cek toko sebelah!

Setiap website booking engine selalu ada kelebihan dan kekurangannya. Agoda mungkin harganya paling murah untuk hotel-hotel di Asia, tapi di Australia, seringkali Wotif yang harganya lebih juara. Venere bisa jadi tarifnya paling murah di Eropa, tapi mungkin kita perlu memesan lewat Booking.com supaya mudah membatalkan kalau ada perubahan rencana. Berikut ulasan booking engine dari pengalaman The Emak.

1. HotelsCombined
Ini website andalan The Emak untuk membandingkan harga suatu hotel dari berbagai situs pemesanan hotel terkenal seperti Agoda, Venere, Hotels, Booking dot com dan lain-lain. Kelebihannya, website ini sudah langsung membandingkan harga beserta pajak yang  harus kita bayarkan, juga menghitung total harga yang harus kita keluarkan, sesuai berapa malam kita menginap. Dari website ini kelihatan booking engine mana yang menawarkan harga paling murah untuk hotel tersebut di tanggal tertentu. Kalau kita klik harga termurah, kita langsung diantar ke website booking engine karena HotelsCombined hanya bertugas membandingkan harga. Jangan khawatir, layanan ini gratis kok.


2. Website Hotel atau Telepon Langsung 
Kadang website resmi hotel menawarkan harga yang lebih murah daripada booking engine, terutama kalau mereka sedang punya promo. Saya selalu cek website resmi penginapan sebelum mengambil keputusan mau memesan lewat mana. Untuk beberapa hotel kecil di Indonesia, kadang lebih mudah memesan via telepon, seringkali tidak diperlukan deposit apapun. Seperti ketika saya membawa anak-anak keliling Jawa naik kereta, beberapa hotel saya pesan via telepon. Ketika saya memesan Hard Rock Hotel di Bali, harga terendah saya temukan di website resmi mereka.

3. Agoda
Website Agoda adalah andalan saya untuk booking hotel di wilayah Asia. Harganya memang lebih murah daripada booking engine lainnya untuk wilayah Asia. Untuk member Agoda, ada rabat berbentuk poin yang nilainya sekitar 5% dari nilai pesanan hotel kita. Setelah mencapai jumlah tertentu, poin ini bisa kita tukarkan untuk mendapatkan potongan harga atau bahkan menginap gratis. Lumayan kan buat staycation. Perlu dicatat, harga Agoda di pencarian awal belum termasuk pajak, jadi di akhir pemesanan, ada tambahan biaya yang harus kita bayarkan. Pemesanan Agoda ini bisa dibayar melalui kartu kredit atau paypal. Nggak punya keduanya? Boleh pesan via The Emak melalui DM twitter (@travelingprecil) atau FB messenger. Harga sama kok, dan biasanya nggak masalah pesanannya dibayarkan dengan kartu kredit orang lain asal nama yang cek in sama dengan nama di voucher hotel. Mention @travelingprecil ya kalau perlu bantuan booking via Agoda, nanti bayarnya via transfer ke rekening bank The Emak.

4. Booking.com
Website ini tampilannya simpel dan mudah digunakan. Salah satu keunggulan Booking dot com adalah fitur ‘pembatalan gratis’. Fitur ini penting bagi traveler yang itinerary-nya belum fixed. Saya menggunakan pemesanan hotel di booking dot com untuk melengkapi syarat visa Schengen. Waktu itu itinerary kami di Eropa belum final, sementara dokumen untuk visa harus segera diajukan. AKhirnya saya memesan beberapa penginapan melalui Booking dot com dengan fitur ‘pay later, free cancelation‘ atau bayar nanti, gratis pembatalan. Setelah visa saya dapatkan, dan ternyata itinerary kami berubah, pesanan hotel saya batalkan. Proses pembatalan mudah dan gratis melalui website mereka.

5. Wotif
Wotif adalah website andalan saya untuk mencari penginapan di Australia dan New Zealand. Hampir semua penginapan di wilayah Oceania, mulai dari yang mewah sampai yang budget seperti motel atau hostel ada di wotif. Tarif di wotif untuk wilayah ini relatif lebih murah daripada di booking engine lain, meskipun ada biaya pemesanan sekitar $4.

6. Accor & IHG
Accor dan Intercontinental Hotel Group (IHG) adalah kelompok hotel waralaba (chain hotel) langganan saya. Alasannya sederhana sih, hotel Novotel dari Accor dan hotel Holiday Inn dari IHG bisa mengakomodasi dua anak dalam satu kamar tanpa harus membayar ekstra bed. Novotel menyediakan dua double bed dalam satu kamar atau satu queen bed dan satu sofabed. Untuk dua dewasa dan dua anak sampai usia 16 tahun, tidak perlu memesan kamar kedua atau ekstra bed. Kami pernah menginap di Novotel Canberra, Sydney Olympic Park, Novotel Clarke Quay Singapura dan Novotel Brussel Off Grand Place. Holiday Inn juga menyediakan dua double bed dan malah kasur mereka lebih lebar daripada Novotel. Kalau sering menginap di hotel-hotel yang termasuk dalam grup Accor atau IHG, sebaiknya mendaftar keanggotaan mereka agar bisa mendapatkan poin setiap kali menginap. Poin tersebut nanti bisa ditukar dengan bermalam gratis seperti pengalaman kami menginap di Holiday Inn Penang.
  
7. Hotel Quickly
Hotel Quickly adalah app yang bisa dipasang di hp android maupun iOS. App ini dirancang khusus untuk pemesanan hotel mendadak, malam ini atau besok. Tarif hotel yang ditawarkan cukup murah dengan promo last minute booking. Pasang app ini di hp untuk memudahkan sewaktu-waktu perlu pesan hotel mendadak di suatu kota, atau cuma ingin staycation seperti yang pernah kami lakukan di Swiss Belinn Surabaya. Pengen dapat diskon Rp 130.000? Unduh app Hotel Quickly di iTunes Store atau Google Play dan redeem (tukarkan) kode promo dari The Emak: AKUMA72. 



8. AirBnb 
Airbnb adalah website pemesanan bed & breakfast, atau tempat menginap yang disediakan perorangan, bukan hotel atau motel. Memesan melalui airbnb menjadi alternatif ketika hotel di suatu kota tarifnya sangat mahal. Biasanya tarif airbnb lebih murah daripada hotel. Kadang pemilik menyewakan satu kamar kosong yang ada di apartemennya atau rumahnya, atau seluruh apartemennya. Tinggal di airbnb juga terasa seperti tinggal di rumah warga lokal, tentu pengalamannya berbeda dari tinggal di hotel biasa.

Kami pernah memesan apartemen di Paris melalui airbnb. Caranya bisa dilihat di tautan ini. Untuk liburan di Ubud bulan Oktober nanti, saya juga sudah memesan vila melalui airbnb. Pengen dapat voucher airbnb $25 (sekitar Rp 333.000)? Daftar airbnb melalui link ini ya: www.airbnb.com/c/akumalasari. Lumayan banget kan, voucher segitu bisa buat menginap gratis semalam di Jogja atau Solo lho 🙂

9. HostelWorld
Ini website andalan untuk mencari dan memesan hostel. Saya pernah menggunakannya untuk memesan hostel di Boat Quay Singapura. Ternyata anak-anak boleh kok menginap di hostel, asal memesan kamar privat, bukan kamar asrama. Enaknya booking di hostelworld, kita hanya perlu membayar deposit 10% dari harga kamar, sisanya bisa dibayar ketika cek in. Misalnya tarif satu malam di kamar asrama hostel di Singapura sebesar Rp 300 ribu, cukup bayar Rp 30 ribu untuk booking.



 
10. Website Lokal: Tiket, Traveloka, Nusatrip
Saya belum pernah sih memesan hotel via website lokal, tapi sudah sering menggunakan booking engine tersebut di atas untuk membeli tiket pesawat. Keuntungan dari memesan via booking engine lokal adalah pembayarannya bisa melalui transfer bank atau internet banking, tidak harus punya kartu kredit.

Gimana, sudah siap berburu penginapan untuk liburan? Jangan lupa memanfaatkan poin, voucher, diskon, promo yang ada. Gakpapa dibilang Emak-Emak banget, yang penting sekeluarga bisa sering-sering piknik :p

~ The Emak
Follow @travelingprecil